Ungkapan Gila di Tengah Neraka

Hell-o guys. Akhirnya ngepost lagi setelah sekian lama. Karena lagi di tempat adem, jadi kita ngomongin yang adem-adem nih. Tapi ga di kulkas juga sih, cuman secara kebetulan neraka kamar ini mendadak gak ada. Mungkin ntar malem bakalan panas lagi dan kipas angin yang ada disini pun mendadak bakalan ngilang. Tapi kenapa kita malah ngomongin udara, gue kan ga kuliah di kuil udara. Sejak negara api menyerang kamar ini mulai panas dan hati ini pun juga mulai di panaskan.

Tapi kali ini gue ga mau ngomongin yang fun. Kenapa ? karena gue lagi emosi sama pers-pers yang terlalu mainstream menghamburkan berita ‘ada bom di Maraton Boston, 2 orang mati’. Itu berita mainstream. Kita seolah melupakan hancurnya beberapa negara di timur tengah yang di gempur. Tapi itu juga ga menarik gue. Yang menarik dalam beberapa jam terakhir adalah tentang pers negara kita. Disaat kasus Eyang Subur belum kelar, foto syurnya Faby Marcelia masih beredar, Eza masih versus sama Ardinia Rasti, pers negara kita malah ikutan mainstream nulisin berita tentang bom di Amrik.

Sebenernya yang bego bukan pers nya, tapi rakyatnya yang termakan opini publik. Karena pers Cuma mengabarkan apa yang ingin di dengarkan oleh publik. Jadi yang salah bukan pers nya kan.

Mari kita review lagi beberapa masalah di negeri kita. Ada banyak peperangan antar artis, kacaunya sistem baru UN, rakyat yang masih melata, pesawat gagal mendarat. Dan kita malah ikutan ribut ngurusin Amrik yang secara perlahan mengeruk freeport. Sebenernya kita mikir ga sih dimana kita berasal, lahir, dan tumbuh besar menikmati kehidupan yang selama beberapa lama.

Sebenernya ga salah sih ikutan prihatin. Cuman salah juga kalo ikutan ribut ngetwit berkali-kali #PrayForBoston. Manusia apa twitbot ? Pikirin juga masalah kacaunya UN yang terpinggirkan. Pikirin tuh RUU santet yang mendadak mencuat lagi karena kasus Eyang Subur. Negeri kita lebih kacau daripada 2 nyawa yang melayang.

Ah sudahlah. Mereka yang bego pasti komen “terserah gue dong”. Iya emang terserah kalian. Kalo ntar kalian ke luar negeri dan megang pasport Indonesia apa ga malu di ketawain bule gini : “Hahaha kamu termasuk warga yang bego dengan ikutan ribut mengenai 2 nyawa ya, padahal seks bebas merajalela loh di negeri kami, bintang bokep juga bertebaran. Mending kalian urusin diri kalian yang masih bego percaya hal yang belum tentu benarnya”.

Aku ngakak loh baca tulisanku di atas. Padahal aku orang yang sangat bodoh untuk ikut berpartisipasi atau berhubungan sama pemerintah. Tapi sebagai generasi walau bukan yang terbodoh, gue juga ga pengen kalian malah lebih bego dari gue yang cuman ngetawain dan menjajah kalian yang bisa lebih baik daripada gue.

Bukannya gue merasa sombong loh ya. Cuman ya aneh aja gue yang ga termasuk orang yang pro pemerintah malah bicara tentang negeri sendiri. Tapi disini tempat gue lahir dan belajar jalan, tempat dimana gue pipis sembarangan. Tempat dimana gue dibesarkan dan menghirup udara untuk pertama kali. Jadi pemerintah bukan jalan gue buat memajukan negeri ini. Tapi lewat jalur lain gue akan membawa negeri ini lebih berkembang.

Dan sebagai penutup, gue punya pertanyaan buat kalian. Jika gue yang merasa lebih bego dari kalian punya cita-cita untuk membawa Indonesia jadi lebih maju dan berkembang, apa kalian masih takut bercita-cita untuk mengubah dunia ?