Game FPS bukan untuk anak kecil

Apa yang terjadi kalau sejak kecil gue main game ini ?. Pertanyaan itu terlontar saat gue lagi nonton YouTube yang berisi video tentang Call of Duty : Advanced Warfare. Walau memang game perang semacam ini hanya boleh dimainkan oleh orang yang cukup umur, tapi gue pernah liat anak umur dibawah 10 tahun main game semacam ini.

Sedikit info, FPS itu artinya First Person Shoot, atau biasa disebut juga sudut pandang orang pertama. Jadi kita gak liat karakter kita gimana, tapi kita yang jadi karakter tersebut.

Lalu kenapa lut ? Bukannya kamu main game FPS juga kan ?

Iya. Gue jatuh cinta sama game FPS sejak pertama kali main Call of Duty. Walau sebelumnya Counter Strike lebih terkenal, tapi Call of Duty benar-benar bikin gue jatuh cinta. Masalahnya, game -game semacam ini terkadang menampilkan adegan-adegan yang mengerikan.

Yang jadi masalah buat gue adalah anak-anak yang diperbolehkan memainkan game semacam ini. Gue pernah ke toko kaset game langganan gue dan menemukan 5 anak pakai celana biru nanyain tentang Call of Duty : Black Ops sudah tersedia atau belum. Untung om yang punya toko tersebut orangnya bener, dia bilang ga ada.

Mungkin banyak penjual game di luar sana yang menjual game yang seharusnya hanya untuk orang dewasa ke siapapun. Karena bagi mereka, yang penting uang. Masalah anak-anak jadi sadis atau engga, masa bodoh. Kalaupun mereka disalahkan, mereka beralibi dengan mengatakan harusnya orang tua yang mendidik anak-anak untuk tidak sadis.

Orang tua adalah orang yang tepat untuk menghentikan penyebaran kesadisan melalui game. Ini sangat jelas, pengawasan atas apa yang anak mereka mainkan itu penting. Bahkan kalau perlu, anak-anak perlu dilarang untuk memainkan game yang berisi adegan-adegan sadis. Ingat, hanya dilarang memainkan game yang tidak pantas, bukannya dilarang untuk bermain sama sekali. Karena bermain adalah hak mereka, bermain membuat mereka senang supaya tidak terlalu stres.

Masalah selanjutnya adalah adanya game FPS online. Warnet-warnet pun banyak menyediakan game seperti ini. Sayangnya, kontrol terhadap game FPS lagi-lagi diabaikan. Masih banyak anak-anak yang belum cukup umur yang memainkannya. Dan developer game tersebut pun tidak menyisipkan sedikit pun pesan peringatan bahwa game tersebut diisi oleh adegan-adegan sadis.

Ini masalah serius. Anak-anak yang setiap hari dibesarkan dengan damai dan anak-anak yang setiap hari dibesarkan dengan adegan-adegan peperangan akan berkembang ke arah yang berbeda. Karena anak-anak belum memiliki pemikiran yang mendalam tentang apa yang mereka lihat atau yang mereka dengar. Anak-anak tidak salah, karena mereka belum tahu apa-apa. Seharusnya semua pihak, termasuk pemerintah, harusnya mulai memperhatikan tentang ini. Kalau mereka merasa hal ini tidak berefek apa-apa, apa kita siap kalau nanti harus menerima generasi yang mencintai perang ?

Note : mungkin tidak semua game FPS berisi adegan-adegan sadis, tapi kebanyakan memang bertema peperangan berdasarkan pengamatan aku sendiri