Football Manager : Jadi Manajer Tak Semudah Keliatannya

Semua yang suka sepakbola, pasti bakal tertarik sama game sejenis ini. Tentu saja, daripada cuman jadi pemain, menjadi pelatih pun juga menarik. Tapi tidak semua orang yang suka sepakbola akan sangat menikmati game ini dalam waktu lama. Terkadang ada aja masalah di tengah perjalanan jadi manajer yang jadi penghalang. Pemain-pemain cedera, terlalu banyak kalah, pemain kita yang bagus diincar manajer lain, dan sebagainya. Itu semua cuma sebagian kecil.

Sebenarnya game football manager (setidaknya yang sudah gue coba) tidak memberikan simulasi yang benar-benar real tentang pekerjaan seorang manajer tim sepakbola. Masih ada beberapa hal yang menurut gue kalo diterapkan akan membuat simulasinya makin terasa, tetapi bisa membuat game tersebut semakin kompleks, semakin rumit. Beberapa di antaranya adalah :

  1. Sistem transfer pemain Kebanyakan game-game simulasi football manager membuat kita juga mengatur keuangan, bisa langsung menjual atau membeli pemain. Tapi menurut gue seharusnya sistemnya adalah manajer mengajukan permintaan ke chairman atau pemilik klub atau ke manajemen klub, lalu jika permintaan transfer seorang pemain diterima, maka akan ada pihak di klub yang mengurus hal ini dengan catatan manajer juga terlibat. Masalahnya, jika hal ini diterapkan ke game, maka akan jadi semakin rumit. Misalkan kita ingin membeli Cesc Fabregas dari Barcelona, kita ingin mengajukan penawaran sebesar 25 juta pound, maka kita sebagai manajer mengajukan dulu ke pihak klub, lalu setelah diterima, maka kita menunggu jawaban dari pihak Barcelona. Kalau misalkan ditolak dan kita ingin mengajukan penawaran lagi sebesar 45 juta pound, maka kita mengajukan lagi ke pihak klub, kalau misalkan ditolak, maka kita tidak bisa lagi mengajukan penawaran. Kita bisa mencari alternatif lain atau menghentikan proses transfer. Kebayangkan ribetnya cuma buat 1 pemain doang.

  2. Training Sebenarnya, ada sistem yang berbeda-beda di setiap game yang udah gue coba tentang training atau latihan. Ada yang sistemnya kita melatih setiap pemain satu persatu, ada juga yang kita memilih training seperti apa (stretching, latih tanding, dan lain-lain) yang akan kita gunakan. Tapi menurut gue, kita seharusnya bisa menentukan target latihan kita. Mau fokus ke kecepatan, kelincahan, tendangan, kerja sama tim, dan lain-lain. Dan juga kita bisa menentukan seperti apa tingkat latihannya, easy, medium, atau hard, dengan catatan semakin berat tingkat latihannya, maka semakin banyak juga stamina pemain yang terkuras. Cuman hal ini juga membuat game tersebut menjadi semakin rumit kalau hal ini di aplikasikan. Kita akan tambah pusing untuk menentukan latihannya, menentukan tingkat latihannya, menjaga biar stamina pemain tidak habis, dan lain-lain.

  3. Staff Mengenai staff, sebenarnya ini hal yang sangat jarang gue temui di beberapa game yang udah gue coba. Hanya di beberapa game kita bisa memilih staff, tapi di beberapa game tidak ada. Menurut gue, untuk staff kita bisa memilih siapa yang kita inginkan, entah itu asisten, pelatih fitnes, physioterapis, dan lain-lain. Dan kita juga bisa memilih siapa orang yang akan mengisi posisi-posisi tersebut. Lalu kemudian kita ajukan ke klub. Cuma agak rumit banget kalo harus pilih, ajukan, ditolak, cari alternatif.

  4. Sponsor Menurut gue, ini agak aneh. Entah bagaimana caranya kita sebagai manajer bisa memilih sponsor untuk klub kita. Bukannya hal ini diatur oleh manajemen klub. Kita sebagai manajer tidak bisa ikut campur dalam hal ini. Walau hanya ada beberrapa game yang menerapkan sistem seperti ini, tapi menurut gue ini sedikit aneh.

  5. Perlu item premium Ini yang paling aneh. Ada beberapa game yang meminta membayar (pakai uang beneran) sesuai jumlah yang diperlukan untuk melakukan beberapa hal. Kalo misalnya langsung merecovery stamina pemain dan sebagainya, itu masih masuk akal. Tapi kalo mau beli pemain harus bayar gimana ? Bisa-bisa miskin mendadak kalo cuma mau beli Lionel Messi harus keluar duit jutaan hanya di game pula.

Sebenarnya masih banyak hal lain, tentang stadion, pada saat tim kita bertanding, dan sebagainya. Tapi 5 hal di atas tersebut yang benar-benar gue soroti. Gue berharap nanti akan ada game yang benar-benar kompleks. Walau dengan sistem yang ada sekarang pun gue udah lumayan pusing, setidaknya dengan makin mirip simulasinya maka makin kerasa nuansa jadi manajernya.

Okelah sekian dulu kali ini. Mau santai dulu nungguin siaran bola. Ciao