Berbeda

Jahatnya Pendidikan di Indonesia

Dalam sebuah ruangan ada 10 orang. Itu berarti ada 10 orang yang berbeda. Masalahnya adalah berapa orang yang benar-benar sadar bahwa dia berbeda ?

Semua orang mungkin tahu bahwa mereka berbeda dengan orang lain tapi mereka takut untuk menjadi berbeda. Alasannya bisa bermacam-macam.

Misalnya saja dalam satu kelas di sebuah TK ada 5 orang anak kecil. Saat ada 4 orang yang sudah bisa membaca, maka 1 orang anak yang belum bisa membaca akan merasa tertekan. Dia akan belajar dan terus menerus belajar membaca sampai dia bisa. Saat dia sudah bisa membaca, maka dia akan puas dan tidak merasa tertekan lagi.

Apa ada yang tahu kesalahan cerita di atas ?

Tidak ada yang salah ?

Kalau menurut saya, ada satu kesalahan. Yaitu mengajarkan kepada anak bahwa mereka juga harus menguasai apa yang orang lain kuasai. Fatal. Anak akan tumbuh besar dengan sebuah pemikiran bahwa mereka tidak boleh berbeda.

Umumnya tekanan untuk tidak berbeda muncul karena tekanan dari luar. Misalnya saat orang lain sudah memahami aljabar, maka yang belum bisa akan berusaha untuk bisa agar tidak merasa tertinggal. Pikiran itu karena tekanan dari luar akhirnya secara tidak langsung akan menjadi sugesti yang kurang baik.

Ada yang tetap ‘keracunan’ dengan sugesti yang kurang baik tersebut, tapi ada juga yang berhasil untuk meyakini bahwa kemampuannya berbeda. Kunci utamanya berada disitu. Saat seseorang sadar bahwa dia berbeda, maka perasaan tertinggal karena tidak memiliki kemampuan yang sama dengan orang lain tidak akan muncul. Bahkan mungkin karena kesadaran memiliki kemampuan yang berbeda dari orang lain, maka dia akan semakin mengasah kemampuannya tersebut.

Aneh ? Mungkin iya.

Berbeda ? Sudah pasti.

Tapi akhirnya akan disadari bahwa itu adalah sebuah berkah.

Percayalah.

Munculnya kesadaran dalam diri seseorang bahwa dia berbeda akan menghilangkan sifat minder dan akan muncul sikap percaya diri. Soalnya dia akan berpikir bahwa jika ada 9 orang yang pada dasarnya berbeda tapi cuma dia yang menyadari bahwa dia berbeda maka dia akan merasa spesial.

Bingung ?

Susah dipahami ?

Intinya adalah jangan takut dan sadarlah bahwa setiap orang pada dasarnya berbeda. Kalau masih berusaha untuk menguasai apa yang kebanyakan orang kuasai maka kalian akan terjebak dalam lingkaran yang tidak ada habisnya.

Keluar!

Nikmati hidup dalam lingkaran yang akan kalian ciptakan, bukan dalam lingkaran yang orang lain ciptakan dan kalian ikuti. Kalau selama ini setiap manusia hidup dalam 1 lingkaran kehidupan yang sama maka selamanya kita adalah makhluk primitif. Copernicus tidak akan menciptakan teori Heliocentric andaikata dia tetap hidup dalam lingkaran kehidupan kebanyakan orang dahulu yang berpikir bumi adalah pusat alam semesta (Geocentric).

Jangan takut!

Hadapi saja bagian berbeda dari diri kalian masing-masing. Jangan takut walau mungkin kalian akan dijauhi karena perbedaan kalian. Jangan takut walau mungkin kalian tidak akan diterima orang lain. Kalau kalian sudah bisa menerima dan menyadari bahwa kalian berbeda maka hanya masalah waktu sampai orang lain bisa menerima perbedaan kalian.

Sekian dulu dari saya. Kalau kalian bingung dengan apa yang saya tuliskan, baca ulang dari awal dan pahami. Kalau masih belum paham juga, hubungi saya di Twitter. Jangan nge-spam ya.

Ciao.